Membangun Kreatifitas dengan Berani Mimpi !!

Kreatif Comment( 1)

 Barusan membaca informasi mengenai laptop seharga 300-an yang diproduksi di India. Kayaknya nggak mungkin kepikiran dari dulu. Tapi, itulah yang terjadi. Setelah beberapa bulan lalu saya dikejutkan oleh munculnya teknologi " Six Sense ", lagi - lagi saya dikejutkan oleh kejutan kreatifitas negeri Ganesha itu (versi saya). Yah, itulah kreatifitas, tidak ada yang tidak mungkin. Hayo.. mulai sekarang belajar yuk.. apa yang tidak mungkin kita mungkinkan.


Bertahun - tahun lalu saya melihat tontonan televisi favorit Power Ranger. Yang saya kagumi bukan berantemnya, bukan robotnya, bukan pula pesawatnya, tapi alat komunikasinya. Bagaimana coba, bisa bertatap muka lewat alat perantara peralatan seperti jam tangan atau gadget canggih gitu deh. Pokoknya, saat itu keren abis. Tapi, saat itu saya anggap teknologi seperti itu merupakan hal yang tidak mungkin. Tapi, toh nyatanya hal itu seperti hampir dianggap biasa saat ini. Kalau orang kaya bin raya mengatakan teknologi 3G begitu.


Selama ini kalau kita mengatakan apapun mungkin, yang terbayang di pikiran kita apa coba ? Pesimistis dan negatif , iya apa tidak?. Misalnya, orang kaya tetap ada kemungkinan jadi miskin, usaha yakin sukses mungkin pula akan gagal. Ih, bikin sedikit ngeri ya (ah, nggak juga sudah biasa bilang dan dengar kok). Duh, ini tambah parah. Coba deh, kalau mengatakan apapun mungkin, di pikiran bayangkan segala kesuksesan yang kita terima melebihi sekarang. Meskipun kesuksesan yang diterima sekarang baru bisa bertahan hidup dan berpikir. Hai, kalimat kemarin serius, kalau kita bertahan hidup kita sudah melampaui tugas separuh kehidupan (sekedar kasih tahu, bahwa secara alamiah tujuan kita ini 1. Bertahan hidup 2. Meneruskan keturunan). Hebat kan. Kalau kita mampu berpikir itu telah lebih dari cukup untuk mengkreasikan kualitas hidup yang kita ingin ( itu yang saya pelajari dari DVD dan buku The Secret, kalau sahabat punya lebih tolong ditambahi, ya. Terima kasih).


Meskipun kita ini boleh dikatakan tidak atau belum bisa apa - apa, secepatnya lah kita kreatif dalam satu hal sederhana, yaitu impian. dikreatif-dikreatifkan tuh impian, gratis kok, sekali lagi gratis. Siapa yang menyuruh kita membayar apabila kita mempunyai mimpi. Coba sahabat menulis atau menggambar sesuatu atau apalah terserah yang sahabat inginkan di kamar atau papan visi. Ajaibnya, dalam jangka waktu tertentu kita mendapatkan apa yang kita tulis ata gambar tersebut. Mempunyai mimpi itu gratis, minimal kita mampu menjalani hidup dengan lebih bersemangat dengan mempunyai sebuah mimpi.


Kalau sudah mimpi dan mimpi itu masuk pikiran bawah sadar, kan tinggal bangun saja dan mewujudkan mimpi tersebut. Hah!! bawah sadar segala, apa ini?. Tenang - tenang, kalau Sahabat kenal otak kanan, pikiran bawah sadar pun tak jadi masalah untuk dikenal. Kan, sahabat ini selalu berpikiran terbuka, to. Kalau otak kanan berperan 80 % kesuksesan, pikiran bawah sadar 88% menentukan kualitas diri kita sehari - hari. Jadi, saling mendukung. Kurang lebih begitu, kalau salah yah itu salah saya sendiri (la iya dong, yang nulis saya). 


So, di akhir tulisan ini, saya wanti - wanti Sahabat untuk berani - berani banget berani mimpi. Efeknya luar biasa. Tak percaya, agak besar saya contohkan, Abu Dhabi Thower tuh contoh efek dari impian yang dibangun jadi kenyataan. Sekedar Sahabat ketahui, impian itu merupakan inventori kanan. Selamat bermimpi.


Salam Kemenangan.

Read more..


Kreatif, Perlukah?

Kreatif Comment( 1)

Baru "Ngeh" dapat menulis di blog. Masa - masa lalu saya kebingungan dalam menulis bingung memilih tema apa. Gara - gara hari ini menang dalam update kreatif di FB Bapak Ippho Santosa, saya yakin tema yang mampu saya kuasai adalah kreatifitas.


Ingat Mc Giver, nih. Dianya yang nglawan penjahat pakai cara - cara kreatif menjadikan film tersebut tontonan wajib seminggu sekali. Kala itu saya belum tahu apa yang namanya kreatif. Ya suka saja.


Kembali ke judul. Kreatif perlukah?


Untuk menjawab pertanyaan ini, kita lihat lingkungan sekitar kita. Ada Fried Chicken, ada ayam goreng di rumah. Ada spageti, ada Mie ayam di rumah. Ada Pizza, ada Bakpia di rumah. Kurang lebih sama. Ya, begitulah. Kalau Anda setuju, Anda punya teman yaitu saya. Kalau tidak, ya paling tidak ada satu yang setuju yaitu saya sendiri. Kurang lebih sama namun pengemasannya berbeda. Sentuhan - sentuhan kreatif dimasukkan di sana. Kalau di rumah, ayam goreng, meja makan, dapur, meja makan lagi, maka jika di Fried Chicken jangan ditanya udah tempatnya bagus, terang benderang, pramuniaganya ramah lagi. So, di sini kreatif yang menang. Spageti juga, iklan dibuat seindah mungkin membuat pengunjung tertarik, sementara Mia ayam, ya begitulah, dapur, meja makan, dapur lagi, paling banter depan televisi nonton kartun atau nonton bola. Yang terakhir Pizza sama Bakpia, terusin sendiri, lagian saya tak mau berpanjang - panjang. Sebab lainnya sebenarnya saya lebih suka Bapkpia daripada Pizza. Tapi, tetep aja Pizza berada diatas.


Bayangkan kalau tidak ada yang namanya kreatif. Bisa - bisa yang ada malah kere-atif. Wah, pernah pengalaman waktu di sekolah menengah, dimana saat itu pendidikan masih kiri banget gitu loh... ( fokusnya ujian, nilai bagus, datang, pulang, kayak robot-hush ngawur aja), saya mencoba berkreatif ria, bikin kliping dari koran terbuang dibikin majalah kecil sebesar buku tulis. Lucu banget, ada gambar kartun, video tape, humor, lagu ultraman kesayangan. Eh, malah dikata saya ini orang Kere - atif. Aduh, saat itu kasihan banget akunya. Cuman, yang berkesan saat itu adalah kliping itu laris manis diantara temen gadis - gadis cantik (ssst, dari itu saya belajar gadis itu sukanya ama cowok yang kreatif). Tercetak 2 eksemplar, dari 2 kali penerbitan. Ada tambahan lagi, pembacanya setianya dan satu - satunya adalah saya sendiri. Ho....... kasian.


Bukan pengalaman buruk itu yang terpenting. Yang, penting kalau kita kreatif di pada kondisi yang tepat, maka ledakan profit kita akan meningkat. Pernah tu, ngrasain saya, dikasih macam - macam bonus oleh Bos gara - gara diriku lain daripada yang lain. Ini bukannya yang penting beda loh... yang saya dari mulai ATM (Amati Tiru Modifikasi). Jadi, jangan salah. Ada lagi yang tak kalah kreatifnya, seorang pemilik situs jejaring sosial, mampu meningkatkan jumlah komen di situsnya 23 kali lipat dalam waktu semalam gara - gara mengusung si kreatif ini. Tak percaya, tapi ini benar - benar terjadi.


Ada lagi gara - gara di kreatif ini, sebuah buku tercetak Megabestseller dalam waktu singkat. Tak percaya, ya itu bukan urusan saya. Toh, itu sudah terjadi, mau tak dipercayai ya malah dikira orang tel-in (telat informasi).


So pegang satu ini, Kreatif, mulai sekarang


Salam Kemenangan

Read more..
design by Natty WP