Hari ini aku bersyukur
Setiap helah nafasku selalu bermakna. Aku membuat orang - orang di sekitarku tersenyum. Aku membuat humor yang menceriakan suasana. Aku membuka diri untuk memudahkan pekerjaan orang lain. Atasanku juga rekanku. Dan satu yang kubanggakan dari mereka adalah saat mereka menghiasai waktu yang indah dengan ucapan yang powerfull dan bermakna yaitu TERIMA KASIH.
HIDUP INI INDAH, HIDUP INI BERMAKNA
Aku mulai bangun tadi dengan suatu kebahagiaan melaihat ibuku. Dengan keceriaan mendengar adikku. Dengan pengharapan keberhasilan kakakku. Dan aku bahagia menjelang senja dapat membantu orang yang kucintai di lokasi dia bekerja yaitu alam. Di desa lokasi itu akrab disebut sawah. Dan dia yang kucinta akrab disebut AYAH.
HIDUP INI TAK BERMAKNA, SAMPAI SESEORANG YANG MENJALANINYA MEMBERI MAKNA
Misalnya, pagi tadi aku tak mengawali dengan senyum. Mungkin ibuku tak kan bangga melihat anaknya yang dingin. Misalnya kulalui hari dengan cuek, munkin rekanku tak akan menghias KASIH di sekitarku dengan ucapan powerfull yang sekali lagi akan saya ulangi yaitu TERIMA KASIH. Seandainya sore hari aku tak menatap ayahku, mungkin aku tak akan merasakan lembutnya hujan yang menerpa baju dan kulitku.
JIKA KITA MENGUCAPKAN SATU KATA SYUKUR ALAM PUN AKAN MENYANYI LEBIH MERDU
Syukur itu langsung menyentuh dada orang yang mengalaminya. Kelembutan begitu terasa di sekujur tubunya. Hingga akhirnya kulit luar fisiknya ikut menampakkan dampak betapa bersyukurnya seseorang. Dan dampak itu sering disebut sebagai KEINDAHAN.
Sungguh syukur itu begitu indah bagi yang memandang. Begitu lembut bagi yang mengalami. Saya menyebut TERIMA KASIH, TERIMA KASIH, TERIMA KASIH kepada Anda yang telah membaca tulisan ini semoga merupakan bentuk syukur kepada Anda.
KITA MENCOBA KEMBALI KE MASA LALU, ORANG BESAR DIBESARKAN DENGAN SYUKUR YANG MENDALAM
Kita tengok seorang ilmuan Bapak Albert Einstein. Beliau selalu mengucapkan kata TERIMA KASIH dengan tulus kepada para ilmuan pendahulu yang menjadi gurunya, bahkan ratusan kali. Bukan kah ini bentuk syukurnya lebih dahulu, sebelum dia bersyukur sesungguhnya kepada Tuhan, yang dalam agama kita adalah ALLAH SWT. Dan sewaktu kecil Stephen R. Covey menggambar tangan IBU dan GURUnya sebagai ungkapan syukur dan terima kasih. Bukankah ini suatu kekuatan besar bagi kita untuk meniru beliau, dimana meniru merupakan suatu proses pendewasaan.
SYUKUR ITU DIKASIHI, BAHKAN YANG MAHA KUASA PUN MENAMBAH LAGI YANG DISYUKURI
Jika kita bersyukur maka kita akan diberi lebih, itu adalah janji Yang Maha Kuasa. Bukankah ini akan lebih menakjubkan bila kita menjadi pribadi yang mudah dibantu. Dengan berlaku santun, penuh hormat, dan mengedepankan kebaikan. Bukankah Allah membuat otak kanan seyogyanya lebih dominan dari otak kiri agar kita lebih berhasil merupakan tanda, bahwa yang lebih kanan atau lebih baik merupakan tanda - tanda bagi kualias yang lebih cepat berhasil?.
SYUKUR ITU NIKMAT, BAHKAN AIR YANG KITA MINUM MAMPU MENGERTI BAHASA SYUKUR DENGAN MENJADI KRISTAL YANG INDAH BILA KITA LIHAT LEBIH WASPADA
Terima kasih telah memberi kesempatan untuk mampir sejenak di ruang penuh bahagia ini.
Salam sahabat
Read more..