Barusan membaca informasi mengenai laptop seharga 300-an yang diproduksi di India. Kayaknya nggak mungkin kepikiran dari dulu. Tapi, itulah yang terjadi. Setelah beberapa bulan lalu saya dikejutkan oleh munculnya teknologi " Six Sense ", lagi - lagi saya dikejutkan oleh kejutan kreatifitas negeri Ganesha itu (versi saya). Yah, itulah kreatifitas, tidak ada yang tidak mungkin. Hayo.. mulai sekarang belajar yuk.. apa yang tidak mungkin kita mungkinkan.
Bertahun - tahun lalu saya melihat tontonan televisi favorit Power Ranger. Yang saya kagumi bukan berantemnya, bukan robotnya, bukan pula pesawatnya, tapi alat komunikasinya. Bagaimana coba, bisa bertatap muka lewat alat perantara peralatan seperti jam tangan atau gadget canggih gitu deh. Pokoknya, saat itu keren abis. Tapi, saat itu saya anggap teknologi seperti itu merupakan hal yang tidak mungkin. Tapi, toh nyatanya hal itu seperti hampir dianggap biasa saat ini. Kalau orang kaya bin raya mengatakan teknologi 3G begitu.
Selama ini kalau kita mengatakan apapun mungkin, yang terbayang di pikiran kita apa coba ? Pesimistis dan negatif , iya apa tidak?. Misalnya, orang kaya tetap ada kemungkinan jadi miskin, usaha yakin sukses mungkin pula akan gagal. Ih, bikin sedikit ngeri ya (ah, nggak juga sudah biasa bilang dan dengar kok). Duh, ini tambah parah. Coba deh, kalau mengatakan apapun mungkin, di pikiran bayangkan segala kesuksesan yang kita terima melebihi sekarang. Meskipun kesuksesan yang diterima sekarang baru bisa bertahan hidup dan berpikir. Hai, kalimat kemarin serius, kalau kita bertahan hidup kita sudah melampaui tugas separuh kehidupan (sekedar kasih tahu, bahwa secara alamiah tujuan kita ini 1. Bertahan hidup 2. Meneruskan keturunan). Hebat kan. Kalau kita mampu berpikir itu telah lebih dari cukup untuk mengkreasikan kualitas hidup yang kita ingin ( itu yang saya pelajari dari DVD dan buku The Secret, kalau sahabat punya lebih tolong ditambahi, ya. Terima kasih).
Meskipun kita ini boleh dikatakan tidak atau belum bisa apa - apa, secepatnya lah kita kreatif dalam satu hal sederhana, yaitu impian. dikreatif-dikreatifkan tuh impian, gratis kok, sekali lagi gratis. Siapa yang menyuruh kita membayar apabila kita mempunyai mimpi. Coba sahabat menulis atau menggambar sesuatu atau apalah terserah yang sahabat inginkan di kamar atau papan visi. Ajaibnya, dalam jangka waktu tertentu kita mendapatkan apa yang kita tulis ata gambar tersebut. Mempunyai mimpi itu gratis, minimal kita mampu menjalani hidup dengan lebih bersemangat dengan mempunyai sebuah mimpi.
Kalau sudah mimpi dan mimpi itu masuk pikiran bawah sadar, kan tinggal bangun saja dan mewujudkan mimpi tersebut. Hah!! bawah sadar segala, apa ini?. Tenang - tenang, kalau Sahabat kenal otak kanan, pikiran bawah sadar pun tak jadi masalah untuk dikenal. Kan, sahabat ini selalu berpikiran terbuka, to. Kalau otak kanan berperan 80 % kesuksesan, pikiran bawah sadar 88% menentukan kualitas diri kita sehari - hari. Jadi, saling mendukung. Kurang lebih begitu, kalau salah yah itu salah saya sendiri (la iya dong, yang nulis saya).
So, di akhir tulisan ini, saya wanti - wanti Sahabat untuk berani - berani banget berani mimpi. Efeknya luar biasa. Tak percaya, agak besar saya contohkan, Abu Dhabi Thower tuh contoh efek dari impian yang dibangun jadi kenyataan. Sekedar Sahabat ketahui, impian itu merupakan inventori kanan. Selamat bermimpi.
Salam Kemenangan.
