" Kita mesti bersyukur dan benar - benar bersih, suci lahir dan di dalam hati " ( Syair Ebiet )
Pagi hari, saat bernafas ijinkan aku mengucapkan syukur sekali saja. Aku rindu mengatakan itu. Syukur membuat hatiku tenteram. Syukur lebih membuatku mampu berkata manis. Syukur lebih membuat orang - orang di sekitarku menghias alam ini dengan kata - kata yang indah yaitu TERIMA KASIH
MUNGKIN DIA YANG MENGUCAPKAN TERIMA KASIH ADALAH PALSU, HANYA MEMANFAATKAN ORANG YANG BERKEMAMPUAN UNTUK KEPENTINGAN DIA
Tapi, ini patut diingat
SEGALA KEMAMPUAN KITA DITUJUKAN UNTUK KEPENTINGAN ORANG LAIN
Jika, kita telah mampu untuk memcukupi kepentingan orang lain, bukankah seyogyanya kita telah mencukupi kebutuhan diri sendiri dulu. Jika diri sendiri belum tercukupi, maka berhentilah sejenak dan beristirahatlah. Cukupi kepentingan diri dulu. Kemudian segera bantu dia yang membutuhkan bantuan.
Karena dengan membantu orang yang membutuhkan, kita secara alami meningkatkan kemampuan untuk meningkatkan kemampuan untuk mencukupkan diri sendiri. Membantu orang lain, merupakan suatu bentuk tanda bahwa kita adalah pribadi yang mudah dibantu pula.
Dengan ramah kita mendengar " Bagaimana membantu orang lain yang tidak tahu terima kasih �. Mohon diingat orang seperti itu bukanlah butuh bantuan Anda. Segeralah tinggalkan kebiasaan membantu dia, sebagai pertanda bahwa Anda membantu orang yang butuh bantuan bukan?
IJINKAN SAYA BERSYUKUR SEKALI LAGI
Mohon direnungkan sejenak, orang yang bersyukur satu, sebenarnya memantaskan diri untuk memegang sepuluh. Namun, mengapa yang telah bersyukur tidak mendapat lipatan penghasilan demikian. Mohon diingat, emas yang salah taruh bisa dikira kuningan ( Mario Teguh ). Salah keyakinan dalam diri bisa berakibat fatal.
Seorang karyawan yang bergaji Rp. 1.000.000,00 bisa saja tidak akan mampu menghasilkan 10 juta. Jika yang dilakukannya hanya berpantas pada posisi tersebut. Takut mengatakan jumlah yang lebih besar, tidak membiasakan hemat dan memperbesar penghasilan.
SYUKUR PASTI MENDAPAT BALASAN LEBIH
Hitungan manusia berbeda dengan hitungan alam. Mungkin bagi kita bersyukur 1 juta kenapa tidak mendapat 10 juta? Dengan ramah mohon diingat, hukum alam mengenal istilah seleksi. Mungkin kita tidak mendapat yang 9 juta dalam uang, namun mungkin kita dibaguskan relasional kita, kesehatan makin bagus, ilmu bertambah, nama tetap baik, sehingga kita tak mengeluarkan biaya untuk itu.
Terakhir mohon diingat pepatah cina yang ramah ini " APAPUN YANG TERJADI PATUT DISYUKURI ".
Salam Ramah
Edi
